Warga Sukomulyo Resah Aksi Pencurian Terjadi Beruntun Setiap Malam
OKU Timur – Keresahan melanda warga Desa Sukomulyo menyusul rentetan aksi pencurian dan percobaan pembobolan rumah yang terjadi sepekan terakhir ini,membuat warga dilingkupi rasa cemas.
Tak tanggung-tanggung, aksi kriminal itu terjadi hampir setiap malam dengan menyasar kendaraan bermotor hingga hasil tani warga.
Kejadian tersebut di alami AG salah satu warga Sukomulyo, pelaku menyatroni kediaman AG dan berhasil menggasak satu unit sepeda motor beserta televisi.
“Saat itu pada kamis (22/01) pukul 03:00 wib saya bangun dari tidur dan melihat kendaraan sepeda motor honda beat dan televisi sudah tidak ada,kemudian saya melihat atap rumah sudah rusak dari di bobol maling atas kejadian itu saya mengalami kerugian 25 juta”Ungkapnya.Kamis (29/01/2026)
Lanjut AG,atas kejadian tersebut AG segera melaporkan ke kepolisian.”Pada Kamis pagi perkiraan pukul 07:00 wib saya ke kantor polsek martapura untuk melaporkan kejadian pencurian yang saya alami “Ucapnya
Selain itu masih ada warga yang mengalami aksi pencurian,Berdasarkan laporan warga yang dihimpun di lapangan, sejumlah penduduk menjadi korban kriminalitas dengan modus yang beragam.
Salah satu korban, warga berinisial KT, melaporkan kehilangan tiga karung gabah pada Kamis malam (malam Jumat). Tak hanya menyasar hasil tani, pelaku kejahatan juga menyasar kediaman warga berinisial UK. Dalam aksinya, pelaku mencoba merusak pintu rumah UK, namun gagal masuk ke dalam hunian tersebut.
Tidak hanya di area pemukiman warga,aksi kriminalitas ini pun meluas hingga ke area perkebunan. Seorang warga bernama AM harus merelakan sepeda motornya yang raib saat diparkir di area kebun. Kejadian terbaru dilaporkan menimpa kediaman RN, yang juga menjadi target percobaan pembobolan oleh oknum tidak dikenal.
Maraknya aksi ini memicu desakan warga agar pihak keamanan segera turun tangan dan meningkatkan patroli di titik-titik rawan. “Kami merasa tidak tenang setiap malam. Hampir tiap hari ada saja yang hilang,”Keluh Son salah satu warga setempat.
Saat ini warga akan berencana mulai memperketat penjagaan lingkungan melalui sistem keamanan keliling (siskamling) untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.
